Kategori
Uncategorized

Raspberry Pi untuk apa ?

Perkenalan dengan raspberry pi (raspi) sebenarnya dari rasa penasaran ada ga sih pc yg hemat listrik. Searching google dengan kata kunci mini pc / pc mini ternta banyak website ecommers dan website yang muncul. kebetulan saya buka pertama bhinneka karena yang saya ketahui harga lebih malah disana. :p

ternyata berbagai merk muncul dengan harga yang bervariasi dari 1jt-an sampai tidak sanggung dibeli. Mahal bangat ternyata mini pc.

Lanjut buka toped tidak terlalu beda jauh dengan bhinneka. Tapi ada terselip Raspberry dengan harga 500rb-an dengan bentuk yang aneh seperti main board pc tanpa casing yang saya lihat itu Raspberry Pi 3 Model B perbaikan dari model sebelumnya dengan spesifikasi yang saya copy dari  raspberrypi.org sebagai berikut:

The Raspberry Pi 3 is the third generation Raspberry Pi. It replaced the Raspberry Pi 2 Model B in February 2016. Compared to the Raspberry Pi 2 it has:

  • A 1.2GHz 64-bit quad-core ARMv8 CPU
  • 802.11n Wireless LAN
  • Bluetooth 4.1
  • Bluetooth Low Energy (BLE)

Like the Pi 2, it also has:

  • 1GB RAM
  • 4 USB ports
  • 40 GPIO pins
  • Full HDMI port
  • Ethernet port
  • Combined 3.5mm audio jack and composite video
  • Camera interface (CSI)
  • Display interface (DSI)
  • Micro SD card slot (now push-pull rather than push-push)
  • VideoCore IV 3D graphics core

The Raspberry Pi 3 has an identical form factor to the previous Pi 2 (and Pi 1 Model B+) and has complete compatibility with Raspberry Pi 1 and 2.

We recommend the Raspberry Pi 3 Model B for use in schools, or for any general use. Those wishing to embed their Pi in a project may prefer the Pi Zero or Model A+, which are more useful for embedded projects, and projects which require very low power.

Dari yang saya baca entah itu blog atau forum banyak sekali kegunaan dari benda kecil yang satu ini, tetapi yang membuat saya tertarik dengan raspberry adalah untuk Webserver, File Cloud, Game Retro (Retropie), Media Center,dll. tapi yang terakhir saya baca bisa untuk mining Bitcoin tapi kesampingkan bitcoin karena saya kurang paham cara kerjanya. :p

Karena saya kurang paham raspberry ini kemudian saya pesan satu paket Raspberry pi 3 b, Adaptor, case acrilic, Heatsink, MicroSD 8 GB isi Os Raspbian. Ada yg lucu pas backup sd card tersebut besarnya hanya sekitar 62MB ternyata sisanya di partisi format ext4 jadi tidak terbaca di windows. Karena sudah terlanjur saya isi os CentOS untuk buat server dengan zpanel, coba instal centOS ternyata gagal karena zpanel tidak support prosesor ARM raspi entah gimana sempat baca di forum luar ada yang bisa instal zpanel diraspi. tapi disni juga mentok karena ada unallocation pada partisi sdcard ga ngerti gimana biar unallocation bisa kepake jg karena lagi-lagi ga ngerti os linux dan teman-temannya karena terlalu asik dengan windows. Alesan klasik. wkwk

Pupus sudah raspi ini jadi webserver. akhirnya pindah membuat media center dengan raspi ini biar tv dirumah terlihat seperti smart tv. Saya coba Instal OSMC (Open Source Media Center) ke sdcard tanpa menggunakan bantuan aplikasi Win32DiskImager karena OSMC sudah menyedikaan aplikasi bawaan untuk mengisi sdcard. Untuk caranya bisa lihat video youtube ini karena saya lupa print screen proses instalasi. Hoho..

Sayangnya untuk pengoperasiannya agak sedikit kesulitan untuk orang dirumah apalagi untuk nonton youtube karena tidak semudah seperti  menggunakan STB hybrid indihome. Terlebih untuk mengisi file film tidak ada hardisk external. :p

 

Kabar baiknya setelah setelah bersusah payah karena sayang sudah beli sampai ngumpulin receh demi receh dan  dengan keterbatasan ilmu yang sedikit dengan kata kunci digoogle seputar raspberry dari instal os yang baik dan benar karena sempat error saat pengisian os ke sdcard yg ternyata disebabkan karena Card Reader yg kurang baik kemudian pindah pengisian dengan adaptor di laptop dan berhasil, belajar menggunakan terminal dan SSH, seting forward modem, seting ip,  akhirnya sekarang sudah saya instal OS Raspbian kemudian menjadikan webserver dengan menginstal webmin dan virtualmin.

Kategori
Uncategorized

Instal ConfigServer Security & Firewall (csf) pada webmin

Lansung saja deh ga usah basa basi. yang belum tau apa itu ConfigServer Security & Firewall (csf) bisa cari di mbah google. hihi

  1. Open SSH kamu.
  2. Instal ConfigServer Security & Firewall (csf)
    cd /usr/src
    rm -fv csf.tgz
    sudo wget https://download.configserver.com/csf.tgz
    sudo tar -xzf csf.tgz
    cd csf
    sudo sh install.sh
  3. Menambahkan modul ke dalam webmin module. Webmin -> Webmin Configuration -> Webmin Modules
  4. Pilih From local file. Copy paste “/usr/local/csf/csfwebmin.tgz”. Klik Install Module.Screenshot_172
  5. Kalau Muncul peringatan seperti ini “*WARNING* URLGET set to use LWP but perl module is not installed, reverting to HTTP::Tiny”. Kamu harus instal perl menggunakan perintah ini.
    sudo apt-get install libwww-perl
  6. Restart CSF firewall
    sudo csf -r
  7. Seting CSF firewall . Webmin -> System – > ConfigServer Security & Firewall -> ConfigServer Firewall -> Firewall Configuration
  8. Untuk Sementara seting seperti ini
    TESTING = OFF
    Tambahkan port webmin "10000" pada IPv4 Port Settings TCP_IN dan TCP_OUT
    Tambahkan port webmin "10000" pada IPv6 Port Settings TCP_IN dan TCP_OUT
    RESTRICT_SYSLOG = 3
  9. Klik “Change” di paling bawah.
  10. Klik “Restart csf+lfd”, Klik “Return”
  11. CSF Firewall sudah berhasil diinstall.Screenshot_186

Note : Untuk Setting CSF Firewall yang lebih lengkap kamu bisa lihat  di htpcguides.com, digitalocean.com, liquidweb.com, dll.

Kategori
Uncategorized

Dynamic DNS dengan ddclient pada Raspberry

Disini saya mengunakan FreeDNS dari namecheap.com. Kenapa ga pake dari Dynamic DNS dari noip.com ? karena lupa edit hostname bukan pake domain noip.com jadi harus cari cara biar ip kita otomatis terbaca pada domain tersebut tanpa harus edit manual. ini derita cuma dapet ip public dynamic. wkwk

Langsung saja.

  1. Pastikan kamu sudah mendaftar FreeDNS dari namecheap.com
  2. Pada domain yang sudah kamu daftarkan pilih “Advanced DNS”.
  3. Pada Host Records seting seperti contoh gambar dibawahScreenshot_145
  4. Pada Dynamic DNS, Status diaktifkan untuk mendapatkan Dynamic DNS PasswordScreenshot_146
  5. Setting domain sudah selesai, selanjutnya install ddclient buka buka SSH dan gnakan perintah ini.
    sudo apt-get install ddclient
  6. Nanti kamu akan menampilkan layar baru untuk seting ddclient. Kamu pilih asal saja tidak usah diisi.Screenshot_149
  7. Edit file /etc/ddclient.conf
    sudo nano /etc/ddclient.conf
  8. Pada Login=namadomainkamu.com, password= Dynamic DNS Password yang td sudah kmu dapatkan. contoh
    protocol=namecheap
    use=web, web=dynamicdns.park-your-domain.com/getip
    server=dynamicdns.park-your-domain.com
    login=domainkamu.com
    password=Dynamic-DNS-Password-kamu
    @.domainkamu.com,www.domainkamu.com

    Screenshot_151

  9. Sampai dinisi kamu sudah selesai tetapi apabila domain kamu lebih dari satu. Kamu tambahkan domain kamu lagi pada ddclient.conf seperti contoh diatas. Apabila hanya satu abaikan urutan perintah dibawah ini.
  10. Edit /usr/sbin/ddclient
    sudo nano /usr/sbin/ddclient
  11.  Cari pada bagian “nic_namecheap_update” seperti dibawah
    my $url;
    $url = "http://$config{$h}{'server'}/update";
    $url .= "?host=$h";
    $url .= "&domain=$config{$h}{'login'}";
    $url .= "&password=$config{$h}{'password'}";
    $url .= "&ip=";
    $url .= $ip if $ip;

    Ganti Menjadi

     my $url;
     $url = "http://$config{$h}{'server'}/update";
     my $domain = $config{$h}{'login'};
     my $host = $h;
     $host =~ s/(.*)\.$domain(.*)/$1$2/;
     $url .= "?host=$host";
     $url .= "&domain=$domain";
     $url .= "&password=$config{$h}{'password'}";
     $url .= "&ip=";
     $url .= $ip if $ip;
  12. Restart ddclient
    sudo /etc/init.d/ddclient restart
  13. Block ddclient updates
    sudo echo "ddclient hold" | sudo dpkg --set-selections
    
    sudo aptitude hold ddclient
  14.  Sampai Sini sudah selesai dah.
Kategori
Uncategorized

Install Filemin File Manager di Webmin

Saat kita menginstall webmin sebenarnya sudah disediakan File manager tetapi setelah mencoba Filemin saya jadi lebih suka tampilan Filemin dari pada file manager bawaan webmin.

Untuk install ternyata mudah sekali.

  1. Pilih Webmin –> Webmin Configuration –> Webmin Modules
  2. Klik option “From ftp or http URL” Copy paste link berikut
    https://github.com/Real-Gecko/Filemin/blob/master/distrib/filemin-2.1.0.freebsd.wbm.gz?raw=true

    Apabila file dilink tersebut tidak ada, buka link ini https://github.com/Real-Gecko/Filemin, Pilih folder “Distrib”, pilih “fileminversiterbaru.freebsd.wbm.gz”, Klik kanan pada “View Raw” untuk di copy paste link tersebut diwebmin instal modules.

  3. Untuk Menggunakan Filemin kamu pilih Webmin –> Others –> Filemin File Manager. Berikut tampilan File manager default webmin dan Filemin File Manager

    Screenshot_144
    File manager default
Screenshot_143
Filemin File Manager
Kategori
Uncategorized

install webmin/virtualmin untuk webserver raspberry

Membuat server dengan raspberry pi menggunakan webmin/virtualmin. Bagi Kalian yang belum pernah mendengar webmin, singkatnya webmin ini adalah aplikasi berbasis web untuk tools system administration pada Unix / Linux untuk memudahkan kamu untuk mengkonfigurasi  untuk menambah user account,setting webserver, DNS, File Sharing dan lainnya melalui web browser.

Baiklah langsung saja kita mulai untuk instal webmin.

  1. Ubah hosname kamu menjadi nama domain biar kamu ga repot saat sudah selesai instal webmin. untuk mengubah hosname raspberry kamu bisa lihat post sebelumnya.
  2. Akses raspberry kamu melalui SSH / terminal. ketikkan perintah berikut
    sudo apt-get update
    sudo apt-get -y upgrade
    sudo apt-get install libapache2-mod-php5 php5 php-pear php5-xcache php5-mysql php5-curl php5-gd
    sudo apt-get -y install apache2 apache2-suexec-custom libnet-ssleay-perl libauthen-pam-perl libio-pty-perl apt-show-versions samba bind9 webalizer locate mysql-server
  3. Akan ada tampilan untuk seting password MySQL. Ketikkan saja password MySQL sesuka kamu untuk user root. Jangan sampai lupa ya. Password INI PENTING.Screenshot_76
  4. Selanjutnya ketikkan perintah berikut untuk install webmin. Proses install nanti agak lama.
    wget http://prdownloads.sourceforge.net/webadmin/webmin_1.820_all.deb
    sudo dpkg -i webmin_1.820_all.deb
  5. Proses instal webmin sudah selesai. Kamu bisa login ke https://hostnamekamu:10000/ sebagai user pi dan password raspberrypi kamu. Atau apabila kamu didalam satu jaringan dengan raspberry kamu bisa menggunakan ip local raspberry di jaringan kamu misal https://192.168.xxx.xxx:10000/.Screenshot_87

Install Virtualmin

  1. Login ke webmin
  2. Pilih Webmin–>Webmin Configuration–>Webmin Modules
  3. Pada Webmin Modules, Pilih From ftp or http URL Masukkan link ini. Kemudian klik Install Module
    http://download.webmin.com/download/virtualmin/virtual-server-5.05.gpl.wbm.gz
  4. Kebali ke Webmin Modules, Pilih From ftp or http URL Masukkan link ini. Kemudian klik Install Module
    http://download.webmin.com/download/virtualmin/virtual-server-theme-9.2.wbt.gz
  5. Untuk mengaktifkan theme ini. Pilih  Webmin–>Webmin Configuration–>Webmin Themes. drop-down box Pilih “Virtualmin Framed Theme” dan klik “Change”. abaikan dahulu “Post-Installation Wizard” refresh browser kamu atau tekan F5. Akan tampil seperti ini.Screenshot_104
  6. Post-Installation Wizard klik Next, Memory use pilih No (less RAM used, slower UI and more CPU load). Klik Next
  7. Selanjutnya adalah database servers. Disini terserah kamu, saya pilih MySQL Yes, PostgreSQL  No. Klik Next
  8. Selanjutnya MySQL password. Kamu akan ditanyakan password mysql yang tadi kamu buat. Klik Next kalau sudah mau masukkan password.
  9. Selanjutny MySQL database size. Disini saya pilih Small system (256M) with infrequent MySQL use. Kalau sudah klik Next
  10. Pada DNS config screen, centang Skip check for resolvability dan klik Next
  11. Set password storage mode “Store plain-text passwords” dan klik Next.
  12. All done. klik Next
  13. Sekarang kita sudah berada dilayar utama Virtualmin. Klik “Re-check and refresh configuration”Screenshot_116
  14. Ada peringatan DNS, Klik “list of DNS servers”. Input 127.0.0.1 pada DNS Server dibaris pertama dan pastikan Hosname menggunakan nama domain,  Klik Save. Kemudian Tekan F5
  15. Klik “Re-check and refresh configuration” lagi.
  16. Selanjutnya email. Entah kenapa untuk seting email saya tidak pernah berhasil kirim/terima email maka saya non aktifkan saja dulu saja. Pilih Virtualmin->Systems Settings->Features and Plugins. Uncek “Mail for domain” module. klik save. kemudian tekan F5.
  17. Kalau tampilan kamu sudah seperti ini. Virtualmin kamu sudah bisa digunakan. Create Virtual Server pada menu Virtualmin untuk membuat server baruScreenshot_139
Kategori
Uncategorized

Merubah Hostname Raspberry

Merubah hostame raspberry untuk apa? ga diganti juga ga masalah sebenarnya karena hanya untuk penamaan perangkat. Tapi tidak ada salahnya kita mengubah agar hostname menjadi beda saat kita menambahkan raspberry lagi agar hostname berbeda tidak saling bentrok.

Untuk mengubah hostname default “raspberrypi” dengan mengikuti langkah dibawah ini.

  1.  Buka terminal raspberry atau akses menggunakan ssh.
  2. Ketik perintah ini untuk edit hosts file
    sudo nano /etc/hosts
  3. Ubah yang paling bawah 127.0.1.1 raspberrypi sesuai keinginan kamu.Screenshot_67
  4. Ketik perintah ini untuk edit hostname file
    sudo nano /etc/hostname
  5. Ubah “raspberrypi” sama seperti yg kamu gunakan pada host file.Screenshot_68
  6. Agar perubahan diatas dapat dikenali gunaka perintah ini
    sudo /etc/init.d/hostname.sh
  7. Terakhir reboot raspberry kamu.
    sudo reboot
  8. Untuk melihat perubahan bisa dengan perintah “hostname”.Screenshot_69
Kategori
Uncategorized

Setting Static IP Address Raspberry

Setting static IP sangat berguna saat kamu lebih sering remote raspberry kamu atau kamu menggunakan raspberry kamu sebagai server mini dirumah. Karena akan sangat merepotkan apabila tidak Setting static IP sehingga setiap kali IP berubah kita harus seting manual server mini kita kembali.

Untuk Setting Static IP Address saya dapat dari raspisimon.dlinkddns.com karena menggunakan dari seting web tersebut saya langsung berhasil.

  1. Edit /etc/network/interfaces
    sudo nano /etc/network/interfaces
  2. Ganti semua menjadi seperti ini atau disesuaikan dengan keinginan kamu. Untuk simpan CTRL+X, Tekan Y, Enter
    auto lo
    
    iface lo inet loopback
    
    allow-hotplug wlan0
    iface wlan0 inet manual
    wpa-roam /etc/wpa_supplicant/wpa_supplicant.conf
    
    auto wlan0
    iface wlan0 inet static
    address 192.168.1.40
    gateway 192.168.1.1
    netmask 255.255.255.0
    network 192.168.1.0
    broadcast 192.168.1.255
    
    auto eth0
    iface eth0 inet static
    address 192.168.1.40
    gateway 192.168.1.1
    dns-nameservers 8.8.8.8 8.8.4.4
    netmask 255.255.255.0
    network 192.168.1.0
    broadcast 192.168.1.255
    
  3. Edit /etc/wpa_supplicant/wpa_supplicant.conf untuk akses melalui wifi/wlan.
    sudo nano /etc/wpa_supplicant/wpa_supplicant.conf
  4. Sesuikan dengan setingan wifi kamu. Ini contoh setingan saya. setelah selesai simpan.Screenshot_65
  5. Restart Raspberry.
    sudo reboot
  6. Untuk melihat IP bisa dengan perintah
    ifconfig

 

Kategori
Uncategorized

Raspberry pi unallocated space

Sebelumnya saat instal Raspbian ke microsd terkadang kita masih ada  space yang tidak terpakai/tidak ikut terpartisi. kalau tidak salah saat menggunakan microsd 8GB saya memiliki unallocated space sekitar 7.2GB. Nah bagaimana agar semua space bisa kita pakai. Ternyata pada OS Raspbian sudah disediakan utilities pada menu raspi-config.

  1. Buka command dan tuliskan “raspi-config”.Screenshot_48
  2. Pilih menu “Expand Filesystem”. Kemudian OKScreenshot_49
  3. Kamu akan diminta untuk reboot. Pilih YES saja.Screenshot_51
  4. Sekarang unallocated space yang tidak terpakai sudah bisa kamu gunakan.
  5. Untuk mengetahui kapasitas pentimpanan ketikkan perintah “df -h”Screenshot_40
Kategori
Uncategorized

Remote Dekstop Raspberry dengan VNC

Sebelumnya kita sudah membahas Remote SSH raspberry. Nah sekarang gimana untuk orang yang kurang familiar dengan perintah command linux. ternyata raspbian sudah menyediakan VNC server sehingga kita dapat meremote dekstop raspberry dengan VNC Viewer. Bagaimana caranya? mudah sekali ternyata.

  1.  Masuk ke perangkat raspberry kamu melalui SSH pada postingan sebelumnya
  2. Masukkan Perintah “sudo raspi-config”Screenshot_30
  3. Pilih Advanced Options.Screenshot_33
  4. Pilih VNCScreenshot_34
  5. Pilih YesScreenshot_35
  6. Kembali kemenu awal kemudian pilih Finish. Dan kamu akan kembali ke tampilan seperti ini berarti VNC sudah aktif dan bisa digunakan.Screenshot_37
  7. Buka VNC Viewer dan masukkan IP perangkat raspberry kamu. Pilih Connect, apabila ada muncul pop up kamu pilih Continue sajaScreenshot_36
  8. Masukkan User dan Password.Screenshot_43
  9. Sampai sini kamu sudah berhasil Remote Dekstop Raspberry dengan VNC.Screenshot_44
Kategori
Uncategorized

Remote SSH raspberry

Proses instalasi sudah kita lalui pada postingan Cara Install Raspbian pada Raspberry selanjutnya bagaimana cara mengakses raspberri secara remote. remote raspberry ini sangat berguna apabila kita tidak punya kabel HDMI/Converter HDMI.

  1. Pastikan kamu koneksikan raspberry pada jaringan local. saya menghubungkan raspberry pada jaringan indihome dengan kabel LAN. Kenapa ga pake wifi? Pan kita ga bisa liat tampilan raspberri, gimana mau konek ke wifi. hihi
  2. Dapatkan IP local Raspberry dengan menggunakan Angry IP Scanner. Disini saya dapat IP 192.168.1.2.Screenshot_45
  3. Jalankan Aplikasi Putty untuk mengakses raspberry. Masukkan IP address yg sudah kita dapat. Klik Open.Screenshot_27
  4. Login as : Pi, Pass : Raspberry.Screenshot_46
  5. Sampai disini kamu sudah masuk ke perangkat raspberry kamu. selamat berekperimen dengan perintah linux. hihiScreenshot_29